Contoh kesalahan dalam mengartikan Al Quran


Daksasoft SSP (free) | Daksasoft pendidikan | Daksasoft Game | Daksasoft Kasir | Daksasoft Konstruksi | Home | Kontak


Daksasoft Konstruksi
Kepunahan Dinosaurus
Daksasoft SSP(free)
Polling Presiden 2014
Polling Partai dan Caleg 2014
Daksasoft pendidikan
Daksasoft Game
Daksasoft Kasir 1.0
Home
Kontak

Kesalahan mengartikan ayat Al Quran yang saya peroleh dari www.1000mistakes.com pada ayat-ayat berikut:

"Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan"(QS 13:3)

"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran."(QS 15:19)

"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan."(QS 13:3)

"Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk"(QS 43:10)

"Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata"(QS 50:7)

"Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). "(QS 51:48)

"Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya)."(QS 55:10)

"Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan"(QS 71:19)

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?"(QS 78:6)

"Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya."(QS 79:30)

"Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?"(QS 88:20)

"dan bumi serta penghamparannya"(QS 91:8)

Di website tersebut diartikan bahwa secara tertulis tidak ada pernyataan bahwa bumi datar tetapi disimpulkan bahwa bumi itu seperti bidang datar. Jadi Dihamparkan diartikan datar. Padahal jelas bahwa bumi itu bulat (sudah terbukti secara hakiki) bukan datar. Disini letak kebodohan Tuhan. Tidak sesuai dengan bukti yang ada dan bukti itu sudah sangat gamblang.

Yang harus digarisbawahi adalah Al Quran itu adalah ilmu tertinggi (Final). Jadi melihat isinya juga harus secara komprehensif. Banyak sekali ayat-ayat Al Quran yang sangat sulit untuk diartikan pada saat ini. Karena ilmu pengetahuan saat ini masih pada level 5 dari 100 (perkiraan saya).

Dua puluh tahun yang lalu (sekitar tahun 1995) saya pernah mendengar ayat-ayat yang mengatakan bahwa bumi itu datar menurut Al Quran. Saya juga sempat heran dengan pernyataan tersebut, bagaimana mungkin Al Quran itu salahnya begitu fatal. Akan menganalisis ayat tersebut, saya tidak punya kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Biarkan saja, biarkan para Ulama, Kyai, Ustad dan para santri yang menjawabnya. Tapi apa yang terjadi???? Sampai hari ini tidak ada yang dapat menjawabnya. Ternyata yang dapat menjawab itu adalah scientists (ilmuwan). Tidak semua ayat Al Quran dapat diterangkan hanya dengan merajuk ke ayat yang lainnya. Ada beberapa ayat yang harus dipecahkan dengan data yang ada di lapangan (riset/percobaan). Tanpa ada itu anda tidak akan mendapatkan penjelasan yang benar. Data tersebut harus diupayakan, artinya 'bekerja/berkarya' bukan hanya membaca Al Quran saja. Yang benar adalah membaca ayat yang tertulis (Al Quran) dan yang tidak tertulis (fenomena alam). Ada keseimbangan antara mengkaji Al Quran dan bekerja/berkarya.

untuk kejelasannya klik tautan berikut ini.